Pasuruan, BTP
Perilaku salah satu abdi negara dari prajurit Matra Laut Republik Indonesia yakni TNI- AL ini , sungguh sangat disayangkan dan tak patut dicontoh oleh koleganya sesama anggota TNI-AL lainnya. Nasib naas di alami oleh Sodik 37 Th warga RT1 RW2 Dusun Krajan Selatan Desa GejugJati Kecamatan Lekok , dimana Minggu siang (24/2) sekitar pukul 10:30 Wib dirinya dibacok oleh seorang oknum anggota TNI-AL yakni Kelasi Satu Wawan yang diketahui berdinas di Koarmatim – Ujung –Surabaya.
Kronologi kejadianpembacokan tersebut menurut Sodik saat dalam setelah menjalani perawatan tim medis RSI Masitho Bangil ,” pada pagi itu dirinya cangkrukan bersama sekitar 10 warga dusun setempat didepan rumah Kasun Dusun Krajan Selatan (Heri Praju), tiba-tiba datang Wawan yang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan seorang temannya. Setelah itu Wawan emenghampiri Wakid yang juga seorang perangkat desa Gejugjati. Keduanya berbicara berdua, tak selang beberapa lama Wawan menendang Wakid dan mengakibatkan Wakid terjerembab dari duduknya. Melihat hal itu warga yang tadinya cangkrukan bermaksud menanyakan ada apa gerangan terjadi serta menolong Wakid yang jatuh tadi, namun Wawan setelah menendang berjalan menuju sepedanya dan mengambil sebilah arit. Mendapati Wawan memegang arit , waerga yang tadinya hendak menolong dan menanyakan apa yang terjadi, berlari menyelamatkan diri masing-masing dan tak ingin jadi korban kebrutalan Wawan. Saat dirinya akan melarikan diri, tanpa disadari Wawan sudah tepat berada di depannya dan menyabetkan aritnya kearah perutnya, akan tetapi dapat ditangkis dengan tangan kirinya. Setelah berhasil lukai dirinya, Wawan lalu meninggalkan begitu saja.Mendapati darah mengalir deras dari tangan kirinya, dirinya meminta tolong warga, mengetahui hal tersebut dirinya dibawa ke Puskesmas Grati oleh sejumlah warga, ungkap Sodik sembari meringis menahan sakit ditangannya.
Lain halnya komentar dari seorang warga yang saat itu mengantarkan di RSI Masitho Bangil dan mewanti-wanti namanya tidak dikoranmenambahkan ,”setelah sampai di Puskesmas Grati, kami dirujuk ke RSI Masitho Bangil. Hal ini dikarenakan luka bacok pada tangan kiri Sodik sangat parah dan dikawatirkan ada salah asatu urat besarnya mengalami kerusakan/ putus. Dengan diantar oleh petugas Polsek Lekok yakni AKP. Ainul Yakin , kami langsung menuju ke RSI Bangil”, imbuhnya.
Saat dikonfirmasi terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI-AL pada Kapolsek Lekok AKP. Ainul Yakin, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut dan saat itu pula kami langsung berkoordinasi dengan POM AL - Grati untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini dikalukannya karena pelakunya adalah seorang anggota TNI-AL. Adapun untuk situasi dilapangan sudah dapat dikendalikan , dimana sebelumnya warga Desa Gejugjati akan melurug dan mencari oknum TNI-AL ( Kelasi Satu Wawan)di Rumkimal . Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Kades, Tokoh Masyarakat , Tokoh Agama serta petugas dari POM AL , akhirnya warga dapat menerima dan menyerahkan kasus ini pada mekanisme hukum militer yang ada. Kami dari Polsek Lekok sudah mengamankan barang bukti dan saat ini pelaku pembacokan sudah di amankan oleh POM- AL (Polisi Militer – Angkatan Laut) untuk proses lebih lanjut, papar ,”perwira polisi dengan tiga balok dipundaknya. (mas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar