Kamis, 28 Februari 2013

10 KALI “MAKAN MOTOR “ SUNARDI KEOK DITEMBUS TIMAH PANAS PETUGAS


Pasuruan , BTP

Jajaran buru sergab (buser) Polres Pasuruan dibawah kendali Iptu Riyanto,SH berhasil melumpuhkan seorang penjahat dengan timah panasnya. Penjahat kambuhan yang sudah tiga kali keluar masuk penjara ini adalah Sunardi 38 Th warga Dusun Cowek Desa Jatiarjo Kecamatan Prigen.Dalam penangkapan tersebut petugas memberikan hadiah timah panas dikaki kiri tersangka , hal ini dilakukan karena tersangka sangat licin dan akan melarikan diri.
Menurut Iptu Riyanto,SH saat dikonfirmasi Jum’at malam (22/2)kemarin di RSUD Bangil menjelaskan, Sunardi ini merupakan target operasi (TO) Buser Polres Pasuruan. Dimana sebelumnya pelaku ini telah melakukan serangkaian kejahatan dengan modus mencongkel pintu atau jendala rumah korbannya. Selama dua hari melakukan pengintaian dirumah tersangka ini, akhirnya petugas mengetahui pelaku pulang kerumahnya Jum’at malam (22/2)sekitar pukul 21:30 Wib. Tanpa membuang waktu lagi petugas langsung menyergapnya, namun dalam penyergapan tersebut tersangka berhasil melarikan diri. Karena tak ingin buruannya hilang petugas langsung memberikan tembakan yang mengarah pada kaki pelaku curat ini, alhasil kaki kiri pelaku tertembus timah panas petugas dan jatuh tersungkur,papar KBO Reskrim Polres Pasuruan ini.
Terakhir kali pelaku melakukan menggarong rumah seorang warga Desa Pakukerto Kecamatan Sukorejo, pada aksinya tersebut Sunardi berhasil mengondol sepeda motor pemilik rumah. Dalam proses penyidikan tersangka setidaknya telah melakukan serangkaian kejahatan sebanyak 10 kali diberbagai tempat wilayah hukum Polres Pasuruan, selama melakukan aksi jahatnya pelaku tak jarang melukai korbannya dengan senjata tajam yang dibawanya, imbuh perwira polisi dengan dua balok dipundaknya ini.(mas)

BUS PARIWISATA MEMBAWA 45 MAHASISWA LAMPUNG NYUNGSEP



Pasuruan , BTP
Jalur tengkorak wilayah Kabupaten Pasuruan atau tepatnya diruas jalan raya Beji- Bangil Dusun Pasinan Desa Beji  , Sabtu (23/2) sekitar pukul 01:30 Wib dini hari kemarin kembali terjadi laka lantas. Kali ini nasib naas dialami oleh Budi 38 tahun warga Jl. Gowongan Kidul Jogyakarta yang juga sopir bus pariwisata “Bigstar” yang membawa 45 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Otomotif (STO) Metro – Lampung menuju ke pulau Bali. Dimana bus yang dikendarainya harus direlakannya nyungsep ke sungai panggang lele Dusun Pasinan Desa Beji.
Menurut Budi sopir bus pariwisata yang naas , saat diwawancarai Memo setelah kejadian tersebut menerangkan,  bus rombongan ini berangkat dari lampung akan menuju ke pulau Bali tanpa kendala apapun. Setelah kami mengisi BBM di pombensin tak jauh dari TKP (pombensin Cangkringmalang-Beji). Bus berjalan normal dengan kecepatan tak lebih dari 60 s/d 70 Km/jam, sesampai di TKP secara tiba-tiba ada sepeda motor yang dikendarai pedagang dan membawa tempat sayur keluar dari gang depan (Dusun Pasinan) tanpa memberikan lampu sien tanda akan berbelok. Mengetahui hal itu dirinya langsung membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan dengan sepeda motor tersebut, namun karena terlalu membanting setir kekiri akibatnya , bus yang dikendarainya langsung menabrak pembatas jalan dan pohon disampingnya. Untungnya di sepanjang sungai ini ada pipa PDAM sehingga bus tidak jatuh ke sungai serta tak ada korban jiwa. Adapun untuk kerugian yang diderita olehnya sekitar Rp.20juta “, kenang Budi sembari menunggui bus yang nyusep tersebut
Ditempat terpisah Iptu Supanji Kanit Lantas Polsek Beji membenarkan adanya laka lantas tunggal di ruas jalan raya Beji-Bangil atau di Dusun Pasinan Desa Beji. Sebuah bus pariwisata bigstar bernopol BE 2066 FF yang dikemudikan oleh Budi 38 tahun warga Jogyakarta, menabrak pembatas jalan akibat menghindari seorang warga yang mengendarai sepeda motor ,secara tiba-tiba keluar dari mulut gang tanpa memberikan tanda lampu akan berbelok. Dari laka lantas tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa, seluruh penumpang bus pariwisata yang naas tersebut sudah dievakuasi menggunakan bus lainnya melanjutkan perjalanannya ke Bali. Adapun sopir bus yang naas tersebut masih diminta keterangannya di Mapolsek Beji, tegasnya. (mas)

Oknum TNI AL Bacok Warga


Pasuruan, BTP
Perilaku salah satu abdi negara dari prajurit Matra Laut Republik Indonesia yakni TNI- AL  ini , sungguh sangat disayangkan dan tak patut dicontoh oleh koleganya sesama anggota TNI-AL lainnya. Nasib naas di alami oleh Sodik 37 Th warga RT1 RW2 Dusun Krajan Selatan Desa GejugJati Kecamatan Lekok , dimana Minggu siang (24/2) sekitar pukul 10:30 Wib dirinya dibacok oleh seorang oknum anggota TNI-AL  yakni Kelasi Satu Wawan yang diketahui berdinas di Koarmatim – Ujung –Surabaya.
Kronologi kejadianpembacokan tersebut menurut Sodik saat dalam setelah menjalani perawatan tim medis RSI Masitho Bangil ,” pada pagi itu dirinya cangkrukan bersama sekitar 10 warga dusun setempat didepan rumah Kasun Dusun Krajan Selatan (Heri Praju), tiba-tiba datang Wawan yang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan seorang temannya. Setelah itu Wawan emenghampiri Wakid yang juga seorang perangkat desa Gejugjati. Keduanya berbicara berdua, tak selang beberapa lama Wawan menendang Wakid dan mengakibatkan Wakid terjerembab dari duduknya. Melihat hal itu warga yang tadinya cangkrukan bermaksud menanyakan ada apa gerangan terjadi serta menolong Wakid yang jatuh tadi, namun Wawan setelah menendang berjalan menuju sepedanya dan mengambil sebilah arit. Mendapati Wawan memegang arit , waerga yang tadinya hendak menolong dan menanyakan apa yang terjadi, berlari menyelamatkan diri masing-masing dan tak ingin jadi korban kebrutalan Wawan. Saat dirinya akan melarikan diri, tanpa disadari Wawan sudah tepat berada di depannya dan menyabetkan aritnya kearah perutnya, akan tetapi dapat ditangkis dengan tangan kirinya. Setelah berhasil lukai dirinya, Wawan lalu meninggalkan begitu saja.Mendapati darah mengalir deras dari tangan kirinya, dirinya meminta tolong warga, mengetahui hal tersebut dirinya dibawa ke Puskesmas Grati oleh sejumlah warga, ungkap Sodik sembari meringis menahan sakit ditangannya.
Lain halnya komentar dari seorang warga yang saat itu mengantarkan di RSI Masitho Bangil dan mewanti-wanti namanya tidak dikoranmenambahkan ,”setelah sampai di Puskesmas Grati, kami dirujuk ke RSI Masitho Bangil. Hal ini dikarenakan luka bacok pada tangan kiri Sodik sangat parah dan dikawatirkan ada salah asatu urat besarnya mengalami kerusakan/ putus. Dengan diantar oleh petugas Polsek Lekok yakni AKP. Ainul Yakin , kami langsung menuju ke RSI Bangil”, imbuhnya.
Saat dikonfirmasi terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI-AL pada Kapolsek Lekok AKP. Ainul Yakin, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut dan saat itu pula kami langsung berkoordinasi dengan POM AL - Grati untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini dikalukannya karena pelakunya adalah seorang anggota TNI-AL. Adapun untuk situasi dilapangan sudah dapat dikendalikan , dimana sebelumnya warga Desa Gejugjati akan melurug dan mencari oknum TNI-AL ( Kelasi Satu Wawan)di Rumkimal . Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan Kades, Tokoh Masyarakat , Tokoh Agama serta petugas dari POM AL , akhirnya warga dapat menerima dan menyerahkan kasus ini pada mekanisme hukum militer yang ada. Kami dari Polsek Lekok sudah mengamankan barang bukti dan saat ini pelaku pembacokan sudah di amankan oleh POM- AL (Polisi Militer – Angkatan Laut) untuk proses lebih lanjut, papar ,”perwira polisi dengan tiga balok dipundaknya. (mas)

KPU Kabupaten Pasuruan, Dihadia Keranda Mayat dan Tabur Bunga dimassa Tenang

Massa Ketika Melakukan Aksi Pembakaran Keranda di
Kantor KPU Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, BTP

KPU Kabupaten Pasuruan diragukan kinerjanya oleh masyarakat Kabupaten Pasuruan, oleh sebab itu LSM Lira beserts kornop dan ratusan masyarakat melurung KPU Kabupaten Pasuruan dengan membawa keranda mayat.

Ratusan warga masyarakat dibawah komando LSM lira dan kornop tersebut guna mengingatkan KPU mengenai Tiga Hal. Yang pertama adalah terkait kinerja KPU Kabupaten Pasuruan yang dinilai asal-asalan oleh masyarakat dikarnakan  sosialisasi yang dilakukan oleh KPU kurang tepat sasaran. Sedangkan yang kedua adalah mengenai tidak ada keterbukaan anggaran kepada publik. Dan yang ketiga adanya dugaan KPU Kabupaten Pasuruan memihak kepada salah satu Calon.

Menurut pemaparan Ayi Suhaya selaku Bupati LSM Lira saat berorasi mengatakan bahwa KPUD Kabupaten Pasuruan tidak becus dalam melaksanakan tugasnya. Faktanya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang siapa pasangan calon bupati yang akan memimpin Kabupaten Pasuruan " mari para aparat kepolisian bersama-sama kita selidiki. Tentang kebenaran bahwasannya masih banyak masyarakat kabupateb pasuruan yang tidak mengetahui tentang siapa saja 6 pasangan calon bupati yang akan dia pilih " ajaknya kepada aparat kepolisian saat mengawal ketat jalannya masa pendemo.

Pada saat massa demo di depan Kantor KPU kabuapten Pasuruan. Ratusan Masa pendemo tersebut menghadiai KPU Kabupaten Pasuruan sebuah Keranda Mayat dan tabur bunga. " Hal ini kami serupakan KPU Kabupaten Pasuruan dengan Keranda Mayat karena KPU kabupaten Pasuruan tidak pernah memunyai iktikad baik untuk menerima kami dan menjelaskan secara normatif mengenai 3 hal ini. 2 kali kami Demo kekantor KPU tapi mengapa salah satu pihak KPU kabupaten Pasuruan sampai detik ini tidak berani menemui kita. Kalau memang merasa tidak salah mengapa harus takut untuk memberikan penjelasan kepada kami.? " Ungkapnya saat menyampaikan orasinya.

Kemudian demo tersebut diakhiri dengan pembakaran keranda mayat yang dilakukan oleh massa pendemo dan masapun kembali pulang dengan tertib.

ayi suhaya menyampaikan rasa kekecewaanya kepada KPU kabupaten Pasuruan dikarnakan tidak ada sama sekali pihak KPU kabupaten Pasuruan yang menemui masa untuk memberikan penjelasan tentang tuntutannya " kami masyarakat kabupaten Pasuruan sangat kecewa sekali terhadap KPU karena selama 2 kali kami demo ke kantor ini selalu saja tidak ditemui oleh KPU  bahkan KPU kabupaten Pasuruan membuat setingan. Seperti halnya pada saat demo yang pertama KPU menyeting agar kami bentrok dengan anggota PPS dan PPk yang saat itu sedang diadakan rapat. Dan setelah kita usut bahwasannya KPU telah mengatur segalanya untuk menghadang kami. Dan sekarang ketika kami demo untuk yang kedua kalinya KPU kabupaten Pasuruan mengadakan hataman al quran di pendapa KPU" ungkapnya dengan kesal kepada BTP.

" Dan jika kami tetap saja tidak ditemui maka kami akan demo lagi kekantor KPU minggu depan dengan masa yang lebih banyak lagi. Serta akan kami mengusut tuntas dan kami tidak segan-segan melaporkan pihak KPU kepada KPK dan Mabespolri." Kecamnya.

" menurut informasi yang kami terima, anggota PPS honornya masih belum cair. sedangkan minggu tanggal 3 maret sudah dilaksanakan Pemilu. lah ini kemana larinya uang honor yang sering digembor-gemborkan telah menelan anggaran dana hibah yang paling banyak sedangkan honor para pekerjanya tidak dikasihkan.?  "Tandasnya (mas)

Gasak Emas Ditempat Kerja, Pemuda Capang Dibui

Pasuruan PDB - Nur Andik (23) warga Dusun Selohan, RT 02 RW 09 Desa Capang, Kecamatan Purwodadi terpaksa berurusan dengan polisi, ketik...